Selasa, 20 Juni 2017

Mudik yang Sesungguhnya

Lebaran tinggal menghitung hari yaa..Sebagian bahkan sudah mudik ke kampung halaman untuk berkumpul dengan sanak saudara. Untuk mudik, apalagi yang jaraknya lumayan jauh, tentu perlu banyak persiapan yang cukup.

Saat saya mempersiapkan sekedar buah tangan untuk dibawa mudik nanti, ternyata cukup repot juga. Belum perlengkapan untuk kami sekeluarga seperti baju, bekal makanan dan obat-obatan. Padahal menurut saya itu sudah dipilih yang penting-penting saja. Saat melakukan reka adegan untuk nanti dalam perjalanan, rasanya kami akan sulit membawa semua barang itu, ditambah menggendong dan menggandeng anak-anak.

Saya jadi teringat kata seorang ustadz, entah siapa dan di mana saya lupa, mengatakan bahwa sesungguhnya kita ini bukan penduduk bumi, kita adalah penduduk surga. Yang artinya suatu saat nanti kita akan pulang ke sana. Jika diibaratkan kondisi sekarang nanti kita akan mudik ke akhirat tujuan surga.

Lalu, jika mudik ke tempat di dunia saja penuh persiapan, bagaimana dengan mudik abadi nanti?Apakah yang telah saya persiapkan untuk menuju ke sana? Sudah cukup bekal kah? Sudahkah saya juga mencoba reka adegan dengan bekal yang akan saya bawa nanti? Ya Allah...ampuni saya...Tiba-tiba air mata menetes...

Masih ada beberapa hari Ramadhan untuk kita maksimalkan amal kebaikan. Juga hari-hari berikutnya tetap dengan amalan segiat Ramadhan. Yuk, perbanyak bekal untuk pulang ke kampung akhirat nanti. Pun perlu memilih bekal yang penting dan baguslah yang akan kita bawa. Jangan sampai kita kurang bekal atau salah membawa bekal. Semoga kita kembali berkumpul dengan keluarga dengan bahagia di surga-Nya, aamiin.

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara
#HariKeDuapuluhLima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar